Logo UPI
Logo Dikti

FPTI UPI sebagai UNEVOC Centre Indonesia berpartisipasi dalam Forum UNESCO UNEVOC Network Consolidation Workshop di Seoul Korea Selatan

Kemahasiswaan Humas FPTI 21 October, 2026 4



FPTI sebagai UNEVOC Centre Indonesia berpartisipasi pada 2026 East and Southeast Asia UNEVOC Network Consolidation Workshop. Kegiatan ini berlangsung pada 2–4 September 2026 di Korea Polytechnics, Seoul Jeongsu Campus, Republik Korea.


Tema tahun ini adalah “Transforming TVET in the Age of AI”. Tema tersebut diangkat karena kecerdasan artifisial, termasuk AI generatif, kini memengaruhi pekerjaan kognitif dan analitis, tidak lagi sebatas pekerjaan rutin di dunia usaha dan dunia industri. Kondisi ini menuntut pendidikan dan pelatihan teknik dan vokasi (TVET) menata ulang kompetensi, kurikulum, kualifikasi, dan kelembagaannya. Agenda ini selaras dengan UNESCO Strategy for TVET 2022–2029 serta target 4.3 dan 4.4 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 4).


Forum mempertemukan perwakilan UNEVOC Centre dan lembaga pendidikan vokasi dari berbagai negara, antara lain Korea, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Hong Kong, Myanmar, dan Indonesia, serta Sekretariat UNESCO-UNEVOC. Workshop diselenggarakan oleh Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET). KRIVET merupakan lembaga think tank nasional di bawah Kantor Perdana Menteri Korea dan sejak 2012 menjadi UNEVOC Cluster Coordinating Centre untuk kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.


Keikutsertaan FPTI berawal dari undangan resmi KRIVET pada Juli 2026. Undangan ini disambut baik oleh Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., yang juga menjabat Koordinator UNEVOC Centre Indonesia. Dosen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia, Program Studi Arsitektur (Program Magister), Ir. Ar. Ilhamdaniah, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., diberi tugas mewakili FPTI sebagai UNEVOC Center Indonesia untuk melakukan presentasi di workshop tersebut.


Rangkaian kegiatan dibuka pada Rabu, 2 September 2026, dengan 2026 GVETI Conference bertema “Technology and Talent Beyond Borders: Co-Creating the Future in the AI Era”. Konferensi diawali orientasi, penandatanganan Letter of Intent, dan tur fasilitas pelatihan Korea Polytechnics. Sambutan pembukaan disampaikan oleh pimpinan Korea Polytechnics, Presiden KRIVET, dan perwakilan UNESCO-UNEVOC (Kenneth Barrientos). Acara dilanjutkan dengan keynote tentang masa depan TVET melalui komunikasi manusia dan AI. Sesi panel global membahas arah kerangka standar TVET global yang berkelanjutan, dengan panelis dari SEAMEO VOCTECH, Nanyang Polytechnic, University of Minnesota, dan HdBA Jerman.


Pada Kamis, 3 September 2026, workshop tematik UNEVOC dimulai. Sesi pertama membahas integrasi AI ke dalam kurikulum dan pedagogi TVET. Sesi kedua membahas Strengthening Teacher AI Competencies for Digital Transformation. Hari yang sama juga diisi sesi kemitraan pemerintah–swasta dalam TVET, dengan berbagi pengalaman dari Korea, Thailand, dan Malaysia.


Dr. Ilhamdaniah tampil pada Sesi II, Strengthening Teacher AI Competencies for Digital Transformation, bersama pembicara dari KOREATECH dan SEAMEO VOCTECH. Ia membawakan presentasi berjudul “Strengthening Teacher Competencies for Digital Transformation and AI in TVET: Issues, Challenges, and Institutional Response of Indonesia.”

Presentasinya mengulas pokok bahasan:

  1. Tantangan nyata di Indonesia, yaitu kesenjangan kompetensi digital dan AI di kalangan guru dan dosen vokasi serta ketimpangan infrastruktur antarwilayah.

  2. AI harus ditempatkan sebagai alat bantu belajar, bukan pengganti penalaran. Karena itu,. Sebagai LPTK, UPI memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan guru vokasi yang mampu memanfaatkan teknologi ini secara bijak dan kesiapan pendidik menjadi kunci.

  3. Peran UPI sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penghasil guru kejuruan melalui FPTI, sekaligus koordinator UNEVOC Centre Indonesia, dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di bidang TVET dalam hal penguasaan teknologi AI.

  4. Peluang program bersama dalam klaster UNEVOC Asia untuk meningkatkan kompetensi semua stakeholder di bidang TVET.


Hari terakhir, Jumat, 4 September 2026, dibuka dengan sesi pembelajaran sepanjang hayat dan pengembangan keterampilan berkelanjutan yang diisi UNEVOC Center dari perwakilan Hongkong. Setelah itu digelar UNEVOC Network Meeting yang dipandu Kepala Sekretariat UNEVOC Network, Kenneth Abraham Barrientos.


Rangkaian kegiatan juga diisi dengan dengan kunjungan  studi ke Seoul Robotics High School. Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana fasilitas praktik, robotika, dan kebutuhan industri dipadukan dalam pendidikan vokasi Korea. Kunjungan rekreasional juga dilakukan ke Seoul Namsan Tower dan Myeongdong Market di Seoul.

Forum ini menghasilkan sejumlah temuan penting:

  1. Lembaga vokasi di kawasan and regional mulai memadukan AI generatif ke dalam pembelajaran di bidang TVET

  2. Kompetensi AI pendidik perlu didefinisikan secara eksplisit dan berpusat pada manusia.

  3. Industri berperan strategis dalam desain pelatihan dan pendanaan TVET.

  4. Strategi reskilling dan upskilling menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat di era AI di bidang TVET.


Bagi UPI, keikutsertaan ini mempererat jejaring langsung dengan KRIVET, Korea Polytechnics, KOREATECH, SEAMEO VOCTECH, Temasek Polytechnic, IBTE Brunei, di bawah koordinasi dengan UNESCO-UNEVOC. Kehadiran FPTI dalam forum ini menegaskan peran UPI sebagai simpul jejaring UNESCO-UNEVOC di Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen FPTI untuk turut membentuk arah transformasi pendidikan vokasi di tingkat regional dan internasional (Ilhamdaniah/HH).