FPTI UPI Perkuat Kolaborasi Internasional melalui WOCTVET ke-10 dan Penandatanganan PKS dengan UTHM Malaysia
Malaysia, 13–15 Oktober 2026 Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat jejaring kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi melalui partisipasi Prof. Dr. Ana, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum FPTI UPI, serta Dr. Mirna Purnama Ningsih, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dalam rangkaian kegiatan The 10th World TVET Conference (WOCTVET), penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) internasional, dan General Annual Meeting (GAM) Regional Association for Vocational Teacher Education (RAVTE) Asia di Malaysia pada 13–15 Oktober 2026.
Keikutsertaan delegasi FPTI UPI dalam forum internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kemitraan akademik, memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, serta mengikuti perkembangan pendidikan dan pelatihan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET) di tingkat global.
Membahas Transformasi TVET di Era Teknologi dan Industri
The 10th World TVET Conference merupakan forum internasional yang mempertemukan pimpinan institusi pendidikan vokasi, akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan tahun ini, WOCTVET dirangkaikan dengan peringatan National TVET Day Malaysia 2026 yang mengusung tema “TVET, the Top Career Choice”.
Konferensi tersebut diikuti oleh lebih dari 20 negara dengan partisipasi lebih dari 500 delegasi. Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, meliputi roadmap internasionalisasi TVET Malaysia 2026–2030, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kriptologi dalam kurikulum TVET, serta peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan pendidikan vokasi.
Selain itu, forum ini menghadirkan praktik baik kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri dari 107 institusi dan mitra industri. Berbagai pembahasan tersebut menjadi referensi penting bagi pengembangan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap transformasi teknologi, kebutuhan dunia kerja, dan dinamika industri global.
Prodi PKK FPTI UPI Menandatangani PKS Internasional dengan FPTV UTHM
Salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) internasional antara Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), FPTI UPI, dan Fakulti Pendidikan Teknikal dan Vokasional (FPTV), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperluas kolaborasi akademik lintas negara, khususnya dalam pengembangan pendidikan vokasi. PKS yang berlaku selama lima tahun tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, yaitu:
Pertukaran dosen dan mahasiswa.
Kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah di bidang pendidikan vokasi.
Penyelenggaraan konferensi bersama dan program mobilitas mahasiswa (student mobility).
Pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri.
Melalui kerja sama ini, kedua institusi diharapkan dapat mengembangkan program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperluas kesempatan bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di lingkungan internasional.
Penandatanganan PKS ini juga menjadi fondasi bagi penyusunan program implementasi yang lebih terarah melalui Implementation Agreement (IA), sehingga kerja sama dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan nyata dan berkelanjutan.
Berpartisipasi dalam Penguatan Jejaring TVET Asia melalui GAM RAVTE
Selain mengikuti WOCTVET ke-10 dan agenda penandatanganan PKS, delegasi FPTI UPI turut berpartisipasi dalam General Annual Meeting (GAM) Regional Association for Vocational Teacher Education (RAVTE) Asia.
Pertemuan tahunan ini membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya, penyusunan program kerja 2026–2027, peningkatan kapasitas guru vokasi, serta penguatan kolaborasi riset antarnegara di kawasan Asia. Forum ini juga menjadi ruang koordinasi untuk membahas penyelenggaraan WOCTVET berikutnya.
Partisipasi dalam GAM RAVTE memberikan kesempatan bagi FPTI UPI untuk berkontribusi dalam pengembangan jejaring pendidikan vokasi regional sekaligus memperluas peluang kerja sama akademik dan profesional dengan institusi pendidikan vokasi di berbagai negara.
Tindak Lanjut untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Sebagai tindak lanjut dari rangkaian kegiatan ini, FPTI UPI bersama Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga akan mendorong penyusunan Implementation Agreement sebagai dokumen operasional kerja sama dengan FPTV UTHM. Agenda lanjutan juga mencakup penjajakan pertukaran dosen pada semester genap tahun akademik 2026/2027, pengembangan riset dan publikasi bersama, serta diseminasi hasil konferensi kepada sivitas akademika di lingkungan fakultas.
Rangkaian kegiatan WOCTVET ke-10, penandatanganan PKS internasional, dan GAM RAVTE menjadi momentum penting bagi FPTI UPI untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan relevansi pendidikan vokasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional dan pengembangan kerja sama lintas negara, FPTI UPI terus berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan berdaya saing global, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik (HH).