FPTI UPI Hadirkan Ekosistem Kampus Berkelanjutan melalui UPI ASIH, UPI BERSIH 2026
Bandung, 27 Oktober 2026 — Mengubah sampah menjadi sumber daya yang bermanfaat menjadi salah satu wujud nyata komitmen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mewujudkan kampus hijau dan berkelanjutan. Melalui gerakan UPI ASIH, UPI BERSIH 2026, FPTI UPI menyoroti pemanfaatan komposter sampah organik yang menghasilkan pupuk cair untuk menyuburkan tanaman sayur di Pojok HEGAR FPTI UPI.
Inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana pengelolaan sampah dapat menjadi bagian dari siklus berkelanjutan di lingkungan kampus. Sampah organik diolah menggunakan komposter untuk menghasilkan pupuk cair, kemudian pupuk dimanfaatkan bagi tanaman sayur yang tumbuh di Pojok HEGAR. Siklus ini menjadi contoh penerapan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali sumber daya sekaligus penguatan kepedulian terhadap lingkungan.
Gerakan UPI ASIH, UPI BERSIH 2026 dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026) dalam rangka Dies Natalis ke-72 UPI dengan tema “Langkah Bersama untuk Kampus Hijau dan Masyarakat Lestari Berkelanjutan”. Di lingkungan FPTI UPI, kegiatan berlangsung melalui semangat gotong royong yang melibatkan jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Rangkaian kegiatan mencakup senam bersama, aksi bersih-bersih lingkungan fakultas, serta pengenalan beragam inovasi karya sivitas akademika.
Semangat menjaga lingkungan juga tercermin melalui berbagai inovasi yang ditampilkan FPTI UPI. Salah satunya adalah tepung ubi jalar ungu dengan ekstrak bunga rosella dan teh ubi jalar ungu bunga rosella, karya Dr. Ai Mahmudatussa’adah, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Teknik Kimia FPTI UPI. Tepung ubi jalar ungu dengan ekstrak bunga rosella telah memperoleh paten lisensi melalui kerja sama dengan dunia industri, sedangkan inovasi teh ubi jalar ungu bunga rosella mendapatkan pendanaan hibah hilirisasi riset. Kedua produk tersebut memperlihatkan pengembangan potensi bahan pangan menjadi inovasi yang memiliki nilai tambah.
Inovasi lain hadir melalui brownies kering bebas gluten dengan fortifikasi daun katuk, yang dikembangkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di bawah bimbingan Lia Shafira Arlianty, S.Pd., M.Si. Produk ini dirancang sebagai alternatif camilan sehat untuk mendukung optimalisasi produksi ASI pada ibu menyusui.
Dari bidang teknologi otomotif, mahasiswa dan dosen Pendidikan Teknik Otomotif memperkenalkan motor hidrogen sebagai salah satu inovasi teknologi yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Sementara itu, Prof. Indra menghadirkan karya meja berbahan sampah plastik, yang menunjukkan potensi pemanfaatan material bekas menjadi produk fungsional. Inovasi lainnya berupa pakaian dengan teknik ecoprint karya mahasiswa dan dosen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, yang mengangkat kreativitas tekstil dengan pendekatan yang dekat dengan pemanfaatan bahan alami.
Keberagaman inovasi tersebut menunjukkan bahwa upaya membangun kampus berkelanjutan dapat dilakukan melalui berbagai bidang keilmuan, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan pangan, teknologi otomotif, pemanfaatan material daur ulang, hingga produk tekstil. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi sivitas akademika untuk memperlihatkan bahwa ilmu pengetahuan dan kreativitas dapat diterapkan untuk menjawab tantangan lingkungan serta kebutuhan masyarakat.
Dekan FPTI UPI mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan kebersihan sebagai komitmen bersama. “Mari kita jadikan kampus kita, FPTI UPI, sebagai kampus yang bersih,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar FPTI UPI yang telah berpartisipasi dalam kegiatan UPI ASIH, UPI BERSIH 2026.
Melalui kegiatan ini, FPTI UPI menegaskan bahwa kampus berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui aksi membersihkan lingkungan, tetapi juga melalui kebiasaan mengelola sumber daya secara bertanggung jawab dan mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat nyata. Pemanfaatan pupuk cair dari komposter untuk tanaman sayur di Pojok HEGAR menjadi salah satu contoh bagaimana praktik sederhana dapat membangun siklus keberlanjutan di lingkungan fakultas.
Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengolahan dan pemanfaatan kembali sampah, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan praktik ramah lingkungan. Semangat gotong royong dalam kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika dalam mewujudkan lingkungan kampus yang bersih, hijau, dan berkelanjutan (HH).