Dr. Eng. Beta Paramita Dosen Magister Arsitektur FPTI UPI Kembangkan Inovasi “BeCool” untuk Bangunan Sejuk dan Hemat Energi
Bandung — Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., dosen Magister Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia, menghadirkan inovasi teknologi BeCool, solusi bangunan sejuk dan hemat energi untuk menjawab permasalahan panas berlebih pada bangunan di wilayah tropis.
Permasalahan umum yang terjadi pada bangunan di Indonesia adalah paparan sinar matahari langsung sepanjang tahun yang menyebabkan atap dan dinding menyerap panas secara berlebihan. Kondisi ini meningkatkan suhu ruangan secara drastis dan berdampak pada tingginya penggunaan pendingin ruangan serta konsumsi energi.
BeCool merupakan lapisan cat reflektif surya yang diaplikasikan pada atap bangunan untuk menangkal panas secara signifikan.
Cara Kerja:
Atap dengan BeCool mampu memantulkan hingga 89% radiasi matahari serta memiliki emisi termal yang baik untuk memancarkan kembali panas yang terserap.
Atap dengan cat biasa umumnya hanya memantulkan sekitar 17% radiasi matahari, sehingga sebagian besar panas terserap dan diteruskan ke dalam ruangan.
Perbedaan ini memberikan dampak nyata terhadap penurunan suhu interior bangunan.
Inovasi BeCool menawarkan berbagai manfaat, antara lain:
Mengurangi panas berlebih di dalam ruangan
Menjaga suhu ruang tetap nyaman secara alami
Menghemat energi dengan menurunkan penggunaan AC atau kipas
Mendukung bangunan ramah lingkungan dan berkelanjutan
Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., merupakan akademisi dan peneliti yang memiliki kepakaran di bidang inovasi pendidikan, arsitektur, serta teknologi lingkungan. Beliau aktif dalam jejaring nasional dan internasional, termasuk IBPSA-Indonesia serta inisiatif penilaian keberlanjutan UI GreenMetric.
Salah satu fokus unggulan risetnya adalah program Sustainable Building and Communities, yang menitikberatkan pada pengurangan panas bangunan dan mitigasi efek Urban Heat Island di kawasan perkotaan.
Pengembangan BeCool dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya:
Mitra Industri: PT Tata Metal Lestari, PT Tatalogam Lestari, dan PT Dwiwangkara Wihaya Nusantara
Mitra Akademik: Kampus UPI Cibiru dan Universitas Negeri Gorontalo
Implementasi nyata dilakukan melalui program Cool House dan Kampung BeCool di berbagai wilayah Indonesia untuk membantu menurunkan suhu lingkungan serta mengurangi dampak Urban Heat Island.
Inovasi BeCool telah memperoleh berbagai pengakuan internasional, antara lain:
The Winners of the 2025 Energy Heroes
Winner of Million Cool Roofs Challenge (2022)
Finalist of Million Cool Roofs Challenge (2019)
Teknologi ini juga telah memenuhi standar internasional ASTM C1371 dan ASTM E1980, yang menjadi acuan dalam pengujian reflektansi dan emisi termal material.
Melalui inovasi BeCool, Dr. Eng. Beta Paramita menunjukkan kontribusi nyata riset arsitektur dalam menghadirkan solusi adaptif terhadap iklim tropis sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia (Annisa/Vanya/HH).