Tim Mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan FPTI UPI Raih Juara 2 Best Poster Kategori Built Environment di Ajang Internasional RAVTE 2026
Thailand/Hybrid, 3 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa dalam ajang internasional RAVTE 2026 International Student Project Competition. Tim mahasiswa PTB FPTI UPI berhasil meraih Juara 2 Best Poster kategori Built Environment melalui proyek inovatif bertajuk SABANDA (Sustainable and Bridge for a New Desa Advancement).
Tim mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan ini terdiri dari Nasywa Fauziyyah, Rifki Ramadhan, dan Rosanda Ully Septiani Siahaan, di bawah bimbingan dosen Sri Rahayu, M.Pd.
RAVTE 2026 merupakan kompetisi internasional di bawah naungan Regional Association of Vocational and Technical Education in Asia (RAVTE) yang pada tahun ini berkolaborasi dengan Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT), Thailand, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kompetisi ini diselenggarakan secara hybrid, dengan puncak acara dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 3 April 2026.
Ajang ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Malaysia, Indonesia, Jerman, Inggris, dan Belanda, menjadikannya sebagai platform kompetitif dengan skala global.
Proyek SABANDA hadir sebagai sebuah inovasi desain sistem jembatan pejalan kaki modular yang tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas dan keberlanjutan lingkungan. Dalam pengembangannya, proyek ini menekankan pendekatan community impact dan community engagement sebagai strategi utama.
Lebih dari sekadar jembatan, SABANDA dirancang sebagai sistem sosio-teknis yang mengintegrasikan berbagai inovasi, seperti struktur hybrid (kombinasi baja, kabel FRP, dan fondasi gabion), penggunaan material bambu press lokal yang bersifat net-carbon-negative, serta pemanfaatan panel surya mandiri sebagai sumber energi.
Keunikan proyek ini juga terletak pada integrasi nilai budaya lokal melalui penerapan motif ukiran Batik Garutan pada elemen railing jembatan. Pendekatan ini memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun.
SABANDA lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat Desa Selaawi. Dalam prosesnya, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan secara aktif sebagai co-designer, co-constructor, hingga co-manager. Pendekatan partisipatif ini menjadikan SABANDA sebagai solusi yang tidak hanya menjawab tantangan fisik, tetapi juga aspek sosial, budaya, dan lingkungan secara terpadu.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa mampu menghadirkan solusi desain yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional (Nasywa dkk/HH).