UPI Selalu Memiliki Tempat Istimewa di Hati Salma Abdelmoneim, Mahasiswa Asal Sudan Lulusan Magister Arsitektur FPTI UPI
Bandung, UPI – Menempuh pendidikan di negara yang jauh dari tanah kelahiran menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi Salma Abdelmoneim, mahasiswa internasional asal Sudan yang berhasil menyelesaikan studi pada Program Magister Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Salma resmi menyelesaikan studinya pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025.
Bagi Salma, perjalanan akademiknya di UPI tidak hanya memberikan kesempatan untuk berkembang secara intelektual, tetapi juga menghadirkan pengalaman hidup yang penuh makna. Ia mengaku bahwa salah satu pengalaman paling berharga dalam hidupnya adalah dapat berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia.
“Lingkungan akademiknya benar-benar luar biasa mendukung, memotivasi, dan penuh dengan kesempatan untuk berkembang, baik secara profesional maupun pribadi,” ungkap Salma.
Sebagai mahasiswa asing yang jauh dari keluarga dan kampung halaman, Salma merasakan kehangatan dan dukungan dari lingkungan kampus. Baginya, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi keluarga kedua selama berada di Indonesia.
“Saya menganggap Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri sebagai keluarga sejati. Para dosen, staf, dan mahasiswa selalu ramah, membantu, dan bersedia menolong saya kapan pun saya membutuhkan. Kebaikan mereka membuat perjalanan saya jauh dari rumah menjadi lebih mudah dan dipenuhi dengan pengalaman yang berkesan,” tuturnya.
Berbagai pengalaman, persahabatan, serta pelajaran yang diperoleh selama menempuh studi di UPI menjadi kenangan yang akan selalu ia syukuri. Salma bahkan menyebut bahwa UPI akan selalu memiliki tempat istimewa di hatinya.
Ikatan emosional yang kuat dengan almamaternya tersebut terlihat setelah dirinya menyelesaikan studi. Meskipun telah diwisuda pada Oktober 2025, Salma tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan Program Magister Arsitektur. Hal itu dibuktikan dengan kesediaannya untuk terlibat sebagai alumni dalam kegiatan asesmen lapangan akreditasi Program Magister Arsitektur yang berlangsung pada 5 Juni 2026.
Partisipasi Salma dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan yang terjalin antara mahasiswa internasional dengan lingkungan akademik di FPTI UPI tidak berhenti setelah kelulusan. Lebih dari sekadar memperoleh gelar akademik, Salma membawa pulang kenangan, persahabatan, serta rasa memiliki yang mendalam terhadap kampus yang telah menjadi rumah keduanya.
Kisah Salma Abdelmoneim menjadi gambaran bagaimana lingkungan akademik yang inklusif dan penuh dukungan mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa internasional. Dari Sudan hingga Bandung, perjalanan yang ditempuh Salma telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga menjembatani persahabatan dan menghadirkan rasa kekeluargaan yang melampaui batas negara (Salma/HH).