Kata Siapa Dunia Teknik Hanya untuk Laki-Laki? Fannisa Shifa Salsabila Wisudawan Terbaik Teknik Elektro UPI Ini Buktikan Perempuan Juga Bisa Bersinar
Di tengah stigma bahwa dunia teknik identik dengan laki-laki, Fannisa Shifa Salsabila berhasil membuktikan bahwa perempuan juga mampu unggul dan berprestasi di bidang keteknikan. Wisudawan Terbaik Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia ini lulus dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,81, serta menjadi salah satu lulusan terbaik di Program Studi Teknik Elektro pada wisuda gelombang II tahun 2026.
Keberhasilan Fannisa menjadi representasi nyata bahwa akses pendidikan berkualitas dapat membuka peluang besar bagi generasi muda perempuan untuk berkembang dan berkontribusi di dunia teknologi. Capaian tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG5: Kesetaraan Gender.
Selama menempuh pendidikan di FPTI UPI sejak tahun 2022, Fannisa aktif mengembangkan kompetensi akademik maupun non-akademik. Ketertarikannya pada bidang sistem tenaga listrik, instalasi tenaga, dan otomasi industri membawanya terlibat dalam berbagai proyek keteknikan dan pengalaman industri.
Pada tahun 2025, Fannisa menjalani program magang sebagai Electrical Maintenance Engineer di PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu. Dalam Program tersebut, ia terlibat dalam kegiatan preventive maintenance pembangkit listrik, analisis sistem kelistrikan, troubleshooting peralatan, hingga implementasi prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PLTU.
Tidak hanya itu, Fannisa juga terlibat dalam proyek otomasi sistem industri, seperti perancangan otomatisasi sump pump CWP Pit dual mode otomatis dan manual, serta rangkaian forward-reverse motor condenser yang diaplikasikan pada panel box operasional pembangkit. Pengalaman tersebut memperkuat kemampuan teknis, analytical thinking, dan problem solving yang dimilikinya.
“Banyak yang beranggapan bahwa dunia teknik hanya cocok untuk laki-laki. Padahal perempuan juga memiliki kemampuan yang sama untuk berkembang, memimpin, dan menciptakan inovasi di bidang teknologi,” ujar Fannisa.
Selain aktif di dunia akademik dan industri, Fannisa juga aktif dalam organisasi dan kegiatan sosial. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Sub-Bidang Penelitian dan Pengembangan Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) FPTI UPI, Ketua Umum Pelita Intan Muda Kota Cimahi, serta terlibat dalam program Gerakan Mengajar Desa Sebagai Co-Chief Education Development.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Fannisa mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, koordinasi tim, serta kepedulian terhadap pendidikandanpengembangan masyarakat. Kontribusinya dalam bidang pendidikan juga diwujudkan melalui aktivitas mengajar sebagai guru les privat bagi siswa TK hingga SMA dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan adaptif.
Keterlibatan Fannisa dalam kegiatan sosial dan pendidikan menjadi bentuk kontribusi nyata terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan mendukung pemerataan akses pendidikan dan pengembangan kualitas generasi muda.
Tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan organisasi, Fannisa juga berhasil menorehkan prestasi di bidang kepemudaan. Pada tahun 2024, ia terpilih sebagai Duta Pemuda Kota Cimahi, dan pada tahun 2025 menjadi Duta Persada Nusantara Indonesia Jawa Barat. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi, kepemimpinan, serta keterlibatannya dalam berbagai kegiatan sosial dan pengembangan generasi muda.
“Menjadi perempuan di dunia teknik sekaligus aktif di kegiatan sosial mengajarkan saya bahwa perempuan bisa mengambil banyak peran sekaligus. Kita bisa menjadi engineer, pemimpin, pendidik, dan tetap memberi dampak positif bagi masyarakat,”ungkapnya.
Selain itu, Fannisa juga aktif meningkatkan kompetensi melalui berbagai sertifikasi profesional di bidang energi dan sistem tenaga listrik, seperti Renewable Energy Projects, Electric Power Systems, dan Electric Power Distribution. Ketertarikannya Terhadap energi terbarukan menjadi bentuk dukungannya terhadap SDG7: Energi Bersih dan Terjangkau.
Di balik berbagai pencapaiannya, Fannisa mengaku bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, dosen, sahabat, dan lingkungan akademik yang mendukung proses pengembangannya selama berkuliah.
“Saya sangat bersyukur atas dukungan orang tua, dosen, teman-teman, dan semua pihak yang selalu memberi semangat selama proses perkuliahan. Saya percaya bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil,” tuturnya.
Ke depan, Fannisa bercita-cita untuk terus mengembangkan diri di bidang ketenagalistrikan dan energi berkelanjutan, serta ingin berkontribusi dalampengembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Perjalanan Fannisa Shifa Salsabila menjadi bukti bahwa pendidikan, keberanian, dan ketekunan mampu membuka jalan bagi perempuan untuk bersinar di bidang apa pun, termasuk dunia teknik yang selama ini sering dipandang sebelah mata bagi perempuan. Semangat dan dedikasinya menjadi representasi nyata generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalampembangunan berkelanjutan sesuai nilai-nilai SDGs (Fannisa/HH).