Dosen FPTI UPI Pandu Delegasi Ilmuwan Amerika Serikat Menelusuri Warisan Arsitektur Villa Isola dalam Rangkaian Kunjungan AIFIS ke UPI
Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, FPTI melalui Program Studi Arsitektur, bekerja sama dengan DKUI UPI, menerima kunjungan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program FLITE (Faculty Leadership for International Training and Exchange) Indonesia 2026, yang didukung oleh Council of American Overseas Research Center (CAORC), yang berlangsung 7-19 Juni di Indonesia. FLITE sendiri merupakan program yang menghadirkan dosen perguruan tinggi dari Amerika Serikat untuk memperluas perspektif global dan memperkuat kerja sama internasional.
Rombongan terdiri 14 orang ilmuwan dari berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat dipimpin langsung oleh Dr. Megan Hewitt (AIFIS Executive Director), didampingi oleh Dr. Yosef Djakababa (AIFIS In-Country Representative). Sebelumnya, rombongan mengunjungi Museum Asia Afrika. Di UPI, rombongan diterima oleh Direktur DKUI, Dr. Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Pupung menjelaskan tentang pengembangan Kampus UPI Bumi Siliwangi sebagai kampus modern yang melestarikan identitas sebagai pusat kajian pendidikan. Rombongan juga mendapat pemaparan tentang sejarah perkembangan Kota Bandung pada masa Kolonial dari Aji Bimarsono, S.T., M.Sc., Ketua Bandung Heritage, dilanjutkan dengan diskusi. Acara diakhiri dengan kunjungan rombongan ke Villa Isola, bangunan warisan budaya yang merupakan tengaran Kampus UPI Bumi Siliwangi. Kunjungan tersebut dipandu oleh Prof. Tutin Aryanti, Ph.D., dosen Program Studi Arsitektur UPI.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pemahaman lintas budaya, tetapi juga memperkuat jejaring akademik internasional antara UPI dan berbagai perguruan tinggi di Amerika Serikat. Keterlibatan Prof. Tutin dalam memperkenalkan Villa Isola sebagai salah satu warisan arsitektur bersejarah UPI menunjukkan kontribusi aktif dosen FPTI UPI dalam mempromosikan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia di kancah global. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya, serta tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kolaborasi dan jejaring internasional (TA/HH).