Program Studi Teknik Kimia FPTI UPI Dorong Kemandirian Energi Nelayan melalui Workshop Pembuatan Biosolar dari Waste Oil untuk Kelompok Nelayan Desa Margagiri
Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada 20–21 Juni 2026 melalui Workshop Pembuatan Biosolar dari Waste Oil bagi Kelompok Nelayan Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya mendorong kemandirian energi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi bahan bakar alternatif yang bernilai ekonomis. .
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan waste oil (minyak jelantah) menjadi biosolar. Inovasi tersebut tidak hanya menawarkan alternatif bahan bakar yang lebih ekonomis bagi nelayan, tetapi juga mendorong pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan serta mendukung terciptanya ekonomi sirkular di kawasan pesisir.
Tim PKM dipimpin oleh Prof. Dr. Indra Mamad Gandidi, S.T., M.T. dengan anggota Dr. Ai Mahmudatuss'adah, M.Si. dan Risti Ragadhita, S.Si., M.Si. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa yang turut berpartisipasi yaitu Mia Widyaningsih, S.Si., M.Si. (Mahasiswa S3 Pendidikan IPA UPI), Nadya Noor Firdaus (Mahasiswa Teknik Kimia UPI), dan Fatimah Chenchen (Mahasiswa Teknik Kimia UPI). Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat.
Sebagai mitra utama, kegiatan ini bekerja sama dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pelaksanaan kegiatan mendapatkan sambutan yang sangat positif dari Pemerintah Kecamatan Bojonegara serta jajaran HNSI Kecamatan Bojonegara. Dalam sambutannya, pihak kecamatan menyampaikan apresiasi kepada Universitas Pendidikan Indonesia atas kontribusi nyata dalam memberikan edukasi dan teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Menurut mereka, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka peluang baru untuk mengurangi biaya operasional melaut melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif.
Sementara itu, perwakilan HNSI Kecamatan Bojonegara menyampaikan bahwa inovasi pembuatan biosolar dari waste oil merupakan terobosan yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan di kalangan nelayan. Selain membantu menekan pengeluaran untuk bahan bakar, teknologi ini juga menjadi solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah yang tidak terkendali.
Workshop berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi proses pembuatan biosolar, praktik langsung oleh peserta, serta diskusi mengenai tantangan dan peluang penerapan teknologi di lapangan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi praktik maupun diskusi, di mana para nelayan aktif mengajukan pertanyaan mengenai proses produksi, kualitas bahan bakar, hingga peluang pengembangan usaha berbasis energi alternatif.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknik Kimia FPTI UPI tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi. Inovasi biosolar berbahan dasar waste oil diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan efisiensi biaya operasional nelayan, memperkuat ketahanan energi masyarakat pesisir, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menegaskan komitmen Program Studi Teknik Kimia FPTI UPI untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi nelayan, dan mahasiswa, diharapkan lahir berbagai solusi berbasis sains dan teknologi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini mendukung Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi alternatif berbasis limbah, Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan produktivitas dan pendapatan nelayan, Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah, Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui upaya pengurangan pencemaran lingkungan, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (Risti/HH).